Revolusi Teknologi Hadirkan Media Online
Malang -
Kemajuan teknologi mengantar lahirnya media online sebagai wajah baru
media massa. Banyaknya masyarakat memiliki alat komunikasi berbasis
internet memudahkan mereka mengakses media online.
"Revolusi
teknologi membawa hadirnya media online," terang Budi Hartadi dalam
Seminar Nasional Persaingan Media Massa dan Media Online di Gedung Graha
Medika Universitas Brawijaya, Minggu (23/9/2012).
Koordinator
liputan detiksurabaya.com ini menguraikan media online pertama hadir di
tanah air di era 97, dan detik.com baru menyajikan berita kepada pembaca
setahun berikutnya.
"Di situ mulailah pembaca dapat menerima
informasi melalui internet. Meski kondisi saat itu kesediaan akses
internet minim sekali," ujar Budi di hadapan peserta seminar.
Menurut
Budi, media online memiliki keuntungan di sisi kecepatan dalam
menyampaikan informasi, dibanding dengan media cetak. Peristiwa atau
informasi apapun bisa segera disajikan sebagai berita secepat mungkin.
"Ketika kita dapat informasi bisa langsung disajikan dalam berita tanpa terkendala kondisi tempat," tutur Budi.
Namun
demikian, derasnya perkembangan media online memaksa pemilik media
harus menjaga eksistensinya. Untuk menata gaya atau ciri khas yang
dimiliki menuruti kemauan pembaca. "Banyak yang sudah jatuh karena
persaingan," sambung Budi.
Sementara bagi media cetak
perkembangan teknologi justru memberikan kreasi baru bagi mereka, untuk
menyajikan sebuah informasi baru kepada masyarakat.
"Kita harus banyak kreasi dan inovasi, untuk menjaga minat pembaca," terang Redaktur Pelaksana Radar Malang Ilham Aziz.
Ia
mencontohkan, Jawa Pos memberikan sajian khusus untuk kalangan
tertentu, seperti bisnis ataupun komunitas. "Inovasi itu penting, di
sisi lain kita akomodir aset informasi yang ada," ucap Aziz.
Menurut
dia, media cetak masih memiliki cukup banyak pembaca dan dibutuhkan di
negara Asia. Hal itu berbeda dengan di negara Eropa, yang telah banyak
media cetak gulung tikar.
"Media cetak masih dibutuhkan, tinggal kita harus teliti dan cermat menjaga eksistensi pembaca," tutur Aziz.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar