Kamis, 11 Oktober 2012

Revolusi Teknologi Hadirkan Media Online

 

 Malang - Kemajuan teknologi mengantar lahirnya media online sebagai wajah baru media massa. Banyaknya masyarakat memiliki alat komunikasi berbasis internet memudahkan mereka mengakses media online.

"Revolusi teknologi membawa hadirnya media online," terang Budi Hartadi dalam Seminar Nasional Persaingan Media Massa dan Media Online di Gedung Graha Medika Universitas Brawijaya, Minggu (23/9/2012).

Koordinator liputan detiksurabaya.com ini menguraikan media online pertama hadir di tanah air di era 97, dan detik.com baru menyajikan berita kepada pembaca setahun berikutnya.

"Di situ mulailah pembaca dapat menerima informasi melalui internet. Meski kondisi saat itu kesediaan akses internet minim sekali," ujar Budi di hadapan peserta seminar.

Menurut Budi, media online memiliki keuntungan di sisi kecepatan dalam menyampaikan informasi, dibanding dengan media cetak. Peristiwa atau informasi apapun bisa segera disajikan sebagai berita secepat mungkin.

"Ketika kita dapat informasi bisa langsung disajikan dalam berita tanpa terkendala kondisi tempat," tutur Budi.

Namun demikian, derasnya perkembangan media online memaksa pemilik media harus menjaga eksistensinya. Untuk menata gaya atau ciri khas yang dimiliki menuruti kemauan pembaca. "Banyak yang sudah jatuh karena persaingan," sambung Budi.

Sementara bagi media cetak perkembangan teknologi justru memberikan kreasi baru bagi mereka, untuk menyajikan sebuah informasi baru kepada masyarakat.

"Kita harus banyak kreasi dan inovasi, untuk menjaga minat pembaca," terang Redaktur Pelaksana Radar Malang Ilham Aziz.

Ia mencontohkan, Jawa Pos memberikan sajian khusus untuk kalangan tertentu, seperti bisnis ataupun komunitas. "Inovasi itu penting, di sisi lain kita akomodir aset informasi yang ada," ucap Aziz.

Menurut dia, media cetak masih memiliki cukup banyak pembaca dan dibutuhkan di negara Asia. Hal itu berbeda dengan di negara Eropa, yang telah banyak media cetak gulung tikar.

"Media cetak masih dibutuhkan, tinggal kita harus teliti dan cermat menjaga eksistensi pembaca," tutur Aziz.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar